Minggu, 29 Januari 2012

Hidup itu seperti...

"Life is just like a sea. The deeper you dive, the darker will it be..."


Kalimat di atas, entah kata bijak atau bodoh, yang jelas saya suka. Simpel, nyata, dan jelas, kebenarannya dapat dibuktikan. Hanya sebuah renungan tentang hidup yang menua. Mungkin sebagian merasakan, sebagian tidak, tapi yang pasti adalah tiap manusia layaknya seperti penyelam. Ia menyelam terus lebih dalam, hingga akhirnya tenggelam di dasar bumi, laut. Laut, bukan secara denotasi, akan tetapi laut yang saya maksudkan di sini diibaratkan sebagai dunia. Dunia, sebuah keabstrakan yang kita rasakan, tak bisa dijelaskan, kita pahami, tapi tak bisa dikuasai. Dunia yang berbeda dengan bumi, di mana dunia manusia terus berkembang, makin canggih, makin nyaman, di mana bumi makin menua dan makin lapuk. Manusia adalah penyelam di dunia itu sendiri, di mana perbandingan antara keseluruhan laut dan seorang penyelam nampak sangat signifikan. Kecil, titik, itu penyelam, dan luas seluas-luasnya lah lautan. Begitupun dunia, sangat penuh dan sangat luas, dibandingkan kita yang sendiri, kecil, tiada berdaya. Akan tetapi alangkah lucunya di kala orang merasa jumawa atas dunia, sedangkan ia belum menaklukannya. Sudahkah kita bijak?

Kembali pada pokok pembahasan, mungkin bagi yang memiliki cukup pengalaman dengan orang lain, akan tahu bahwa kalimat yang mengawali posting ini ada benarnya. Sejak kecil, kita dahulu merasakan dunia itu indah, kita dilindungi, kita disayangi, tak ada tanggung jawab nyata. Mungkin sejak kecil kita merasa bahwa masa dewasa kita akan lebih indah. Mungkin benar mungkin tidak, kenyataan tidak seperti harapan bukan? Seperti perumpamaan di atas, the deeper you dive, the darker will it be. Makin dalam Anda menyelam, makin gelap jadinya. Kita mungkin melihat bagaimana dunia ini cukup apik memainkan drama, hingga kita sekarang melihat, bahwa yang terlihat baik, mulai menunjukkan sisi gelapnya, dan yang tadinya buruk, makin legam saja. Salah siapa? Yang jelas bukan Tuhan, ini hanyalah sistem yang dibangun manusia. Makin kita melihat intrik yang dibangun oleh sistem tersebut, makin nampak bahwa dunia ini lebih dari terumbu karang di lautan. Ada berbagai keanehan, kengerian yang tidak elok dipandang.

Bila Anda pernah menyelam di air atau laut, Anda akan merasakan bahwa ketika Anda menyelam makin dalam, Anda dapat merasakan tekanan yang lebih besar. Bukankah hidup juga begitu? Makin dewasa Anda, makin dalam ilmu yang Anda pelajari, makin Anda mendapat tekanan dari sekitar Anda. Seperti laut, tekanan yang ada sifatnya sangat kuat semakin Anda ke dalam, bila Anda tidak cukup kuat, tekanan itu yang akan menghancurkan Anda. Hanya yang kuat dan punya cukup pengalaman yang mampu menahan tekanan sebesar itu, seperti hidup, di mana yang kuat dan yang punya pendirian mampu mempertahankan diri dari dunia...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar