Mungkin kita pernah diterpa sebuah bentuk penyesalan, kekecewaan, dendam, sakit hati, atau kesedihan. Anda tahu hal-hal di atas dilarang oleh agama, bila Anda percaya akan adanya agama. Tak sedikit orang yang akan menenangkan Anda dengan berkata,"tidak apa-apa, pasti Tuhan punya rencana yang lebih baik buat Anda". Kalimat yang menenangkan bukan? Saya setuju kalimat tersebut menenangkan, tapi saya meragukan kebenarannya. Bagaimana bisa? Simaklah pembahasan saya di bawah ini.
Bila Anda percaya bahwa Tuhan punya rencana yang lebih baik bagi Anda, tapi Anda harus merasakan kegagalan dan kesedihan terlebih dahulu, bukankah artinya Tuhan itu kejam? Jahatkah Ia sehingga Anda harus merasakan kesedihan, yang mungkin menyakiti diri Anda? Saya bilang, kalau begitu adanya, maka iya, cukup jahat. Namun sayangnya, bukan seperti itulah yang saya pahami. Tuhan adalah Maha Bijaksana, Maha Kuasa. Bila Ia ingin memberikan Anda sesuatu yang baik, buat apa Ia menjerumuskan Anda dalam kekecewaan, yang mungkin bisa mematahkan semangat Anda?
Mungkin Anda sudah pernah berdoa pada Tuhan, meminta diberikan sesuatu, atau yang lainnya. Tapi kemudian, entah, mungkin Anda tidak merasa doa Anda dikabulkan atau Anda merasa doa Anda kurang manjur, tapi yang jelas Anda kecewa dengan hasil yang Anda dapatkan. Menurut saya, dengan berdoa, tidak semestinya Anda kecewa karena Anda telah berserah diri dan menyerahkan hasilnya pada Yang Maha Kuasa. Kalau Anda masih kecewa dan mau menyalahkan Tuhan yang tidak mengabulkan doa Anda, pikirkan lagi. Anda tidak konsisten namanya kalau itu adalah cara yang Anda tempuh. Mungkinkah Tuhan menyiapkan yang lebih baik? Mungkin ya, mungkin tidak, saya tidak tahu, dan kita semua juga tidak tahu. Tapi coba renungkan kalimat di bawah ini:
“Kalau orang lain berdoa meminta masuk surga, maka saya setiap hari berdoa kepada Tuhan semoga saya masuk neraka!”
Kalimat di atas adalah kalimat yang dilontarkan oleh Bob Sadino, seorang pengusaha kenamaan dari Jakarta. Kesannya memang kurang ajar, tapi kemudian dipaparkan lebih lanjut bahwa ada makna tersembunyi dari balik kalimat itu. Bob Sadino memaparkan bahwasanya ia malu meminta surga pada Tuhan, karena ia merasa tak pantas karena sudah berlumur dosa. Mungkin artinya dia mengakui bahwa Tuhan Maha Adil. Memang tidak semuanya benar, namun bila kita tangkap maksudnya, Bob Sadino seakan menegur kita bahwa justru kita yang jangan kurang ajar pada Tuhan. Dengan usaha kita yang minim, pantaskah kita meminta hasil maksimal pada Tuhan? Terlebih lagi, bila usaha kita hanya berdoa, pantas pulakah kita menuntut Tuhan karena tidak mengabulkan doa kita?
Gampangnya, saya tegaskan bahwa menurut saya Tuhan tidak menyiapkan apa-apa buat kita. Lalu apa fungsi Tuhan? Ia di sana untuk melindungi kita dari sesuatu yang membahayakan kita, bukan untuk menuruti kemauan kita. Mungkin harus saya ingatkan pada Anda bahwa kita adalah hamba Tuhan, bukan sebaliknya. Dengan posisi seperti itu, menurut saya, fungsi doa adalah meminta izin agar rencana kita diberikan semacam green light. Sementara keberhasilannya ya tergantung kita masing-masing. Sehingga, bila kita gagal, mungkin Tuhan tidak mengizinkan kita karena suatu hal, lantas jangan kita hanya menunggu dan menyesal, kita lakukan hal lain yang bisa kita lakukan, agar kita meraih keberhasilan di tempat lain.
Mungkin untuk membantu Anda, saya berikan analogi sederhana:
Bayangkan Anda adalah seorang Tuan, yang memiliki seorang pelayan. Suatu hari di musim badai, pelayan Anda meminta izin pada Anda untuk berlayar ke Samudera guna mencari ikan. Karena Anda tahu sedang badai dan Anda menguasai ilmu navigasi dan geografi, pasti Anda sebagai Tuan yang baik akan melarang pelayan Anda untuk melaut. Namun apa yang Anda rasakan bila niat baik Anda mencegahnya dari hal yang membahayakan tersebut, dibalas dengan sumpahan dan protes dari pelayan Anda? Kesal bukan? Untung Tuhan bukan manusia, Tuhan untungnya Maha Bijaksana.
Jadi kesimpulannya, jangan terlena dengan kalimat penenang di atas. Sesungguhnya Tuhan tidak menyiapkan apa-apa bagi kita, melainkan kita lah yang harus menyiapkan sendiri rencana-rencana pengganti yang dapat Anda kerjakan sepenuh hati.
"Ada banyak pembenaran atas kesalahan yang kita buat, namun hanya sedikit yang mau mengakui kesalahannya tanpa perlu membela diri, dan lebih sedikit lagi yang berhasil memperbaiki kesalahannya tanpa banyak bicara."
- Hanya tulisan dari orang yang masih bodoh. Saya tidak tahu saya masih belajar atau tidak, yang jelas saya mendapatkan banyak pelajaran dari hidup... -
Sangat mencerahkan
BalasHapusSangat mencerahkan
BalasHapus